You are here: Home » Bahan Alami Kesehatan » Apakah Kerokan Berbahaya bagi Tubuh? Bahaya& Manfaat Kerokan

Apakah Kerokan Berbahaya bagi Tubuh? Bahaya& Manfaat Kerokan

Manfaat Kerokan dan Bahaya Kerokan

Manfaat Kerokan dan Bahaya Kerokan

http://sehatjasmani.com/apakah-kerokan-berbahaya-bagi-tubuh-bahaya-dan-manfaat-kerokan –

Untuk Anda yang bertempat tinggal di Indonesia sangatlah jelas Anda pernah mendengar istilah ini. Yap! Kerokan adalah salah satu istilah atau sebutan untuk metode penyembuhan tradisional Jawa yang menggunakan benda-benda tumpul seperti koin, batu giok, potongan jahe, potongan bawang, atau benda tumpul lainnya yang digosokkan pada punggung atau daerah yang terasa pegal pada tubuh seseorang menggunakan cairan licin seperti minyak kelapa, minyak telon, atau lotion untuk menghindari lecet pada bagian tubuh tersebut.

Di Indonesia, kerokan sudah dikenal mulai dari nenek moyang kita sejak ratusan atau ribuan tahun yang lalu untuk menyembuhkan penyakit. Kerokan menggunakan prinsip (E=mc2)–Albert Einstein yang menyatakan bahwa energi muncul akibat dua benda yang saling bergesekan dalam hal ini berarti benda tumpul dan permukaan punggung kita sendiri. Pada saat permukaan tubuh digosokkan dengan tangan atau dengan benda lain maka suhu panas dalam tubuh akan meningkat yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah sehingga aliran oksigen dan aliran darah dalam tubuh kembali lancer dan rasa sakitpun mereda. Baiklah, mungkin nenek moyang kita tidak terlalu menyadari hal ini namun mereka benar bahwa metode ini dapat menjadi salah satu metode penyembuhan penyakit yang murah atau bisa juga dibilang tidak membutuhkan uang serta ampuh dalam mengusir penyakit.  Karena khasiatnya, dewasa ini kerokan tidak hanya dikenal di Indonesia namun juga di Negara lain seperti Vietnam, Kamboja dan China. Bahkan kerokan memiliki istilah sendiri di negara-negeara tersebut, di Vietnam menyebutnya cao giodi, Kamboja menyebutnya goh kyol, di China yang terkenal dengan pengobatan akupunturnya-pun menyebut kerokan dengan gua sua bedanya mereka menggunakan batu giok sebagai alat pengerok, bukan kepingan uang logam yang kerap digunakan di Indonesia. Kerokan dinilai ampuh mengusir angin pada tubuh yang dapat menyebabkan pegal, nyeri, dan bersin berlebihan.

Saat proses ‘kerokan’, maka tubuh akan mengalami inflamasi (kemerahan pada permukaan kulit yang menandakan peradangan pada jaringan) yang bertujuan menetralisir penyebab sakit dan menghilangkan jaringan mati untuk proses penyembuhan yang lebih cepat. Inflamasi menyebabkan peradangan yang mengandung banyak darah akibat pembuluh kapiler yang tadinya kosong menjadi melebar karena diisi oleh darah. Sebab inilah saat permukaan tubuh dikerok menjadi berwarna kemerahan. Meski dengan banyak kelebihan yang dihasilkan oleh kerokan, namun juga terdapat bahaya yang ditimbulkan secara tidak sadar dalam kerokan ini. Berikut penjelasan mengenai bahaya kerokan:

  1. Kerokan Mengakibatkan Kontraksi Dini

Inflamasi yang disebabkan oleh kerokan mengakibatkan tubuh bereaksi sempurna terhadap inflamasi tersebut. Pasalnya, ketika tubuh mengalam inflamasi makan saat itu uga tubuh memproduksi zat anti-inflamasi berupa “Cytokines” yang merupakan sel peningkat kekebalan tubuh. Cytokines akan mendorong zat prostaglandin untuk keluar yang dapat menyebabkan kontakski pada Rahim. Informasi tambahannya, adalah bahwa dilarang keras bagi ibu-ibu yang dalam keadaan hamil melakukan kerokan meski untuk penyembuhan.

  1. Kerokan Memungkinkan Masuknya Bakteri dan Virus

Saat melakukan kerokan, permukaan kulit akan menunjukan tanda-tanda inflamasi yang juga menyebabkan pori-pori kulit membesar karena panas dalam tubuh meningkat. Membesarnya pori-pori ini bersifat sementara namun membutuhkan waktu untuk membuatnya menutup kembali. Saat pori-pori terbuka, tubuh cenderung menerima angin dan virus dari luar kembali ke tubuh dengan mudah. Efek nyata masuknya angin dan virus ini akan terlihat dikemudian hari. Semakin sering seseorang melakukan prosen kerokan, semakin sering pula pori-pori permukaan kulit melebar yang juga mengakibatkan makin seringnya angin dan bakteri masuk ke dalam tubuh.

Dengan segala kelebihannya, boleh-boleh saja Anda melakukan terapi pengobatan dengan kerokan ini, namun perlu diingat juga dampak ke depannya bagi tubuh Anda. Tubuh yang sehat tidak harus ditunjang dengan mengeluarkan angina didalamnya, Anda bias rutin berolahraga, banyak minum air putih, dan istirahatlah dengan teratur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *