You are here: Home » Aktivitas » Makanan Sehat untuk Bayi – Enak untuk Bunda dan Si Kecil

Makanan Sehat untuk Bayi – Enak untuk Bunda dan Si Kecil

makanan sehat untuk bayi

makanan sehat untuk bayi

Makanan Sehat untuk Bayi – Enak untuk Bunda dan Si Kecil – Menurut ilmu kedokteran, bayi yang baru lahir hanya dapat mengonsumsi ASI dari sang ibu untuk 6 bulan pertama atau yang sering disebut ASI eksklusif. Hal ini karena ASI dari bunda mengandung AA dan DHA yang berperan untuk perkembangan otak dan kekebalan tubuh bayi. Selanjutnya, bayi dapat diberikan nutrisi tambahan dari bahan-bahan pilihan yang dihaluskan sesuai pencernaannya. Bunda, nutrisi pendamping ASI tentu tidak bisa disamakan dengan orang dewasa, bayi membutuhkan nutrisi yang lebih untuk menunjang perkembangan fisik dan otaknya. Jangan sampai salah memberi makan si kecil ya, karena hal ini justru akan menimbulkan penyakit serius. Sehatjasmani.com akan buatkan ulasannya untuk bunda, kira-kira apa saja bahan pilihan yang baik untuk dikonsumsi dedek bayi?

1. Lihat tumbuh kembang bayi

tumbuh kembang bayi

tumbuh kembang bayi

Langkah pertama, lihat tumbuh kembang bayi.

  • Apakah berat badan bayi sudah berada pada 2 kali lipat berat badannya saat lahir?
  • Apakah bayi dapat mengangkat leher dan kepalanya?
  • Apakah bayi sudah mulai mengibaskan gerakan pada orang disekitarnya?
  • Apakah bayi tetap lapar ketika telah diberi ASI?
  • Apakah bayi dapat menahan makanan di mulut?

Jika bayi telah memenuhi 5 kondisi di atas, maka artinya bayi siap untuk diberi makanan tambahan.

  1. Jika sudah dapat diberikan makanan pendamping ASI, berikut makanan-makanan yang baik untuk diberikan pada si kecil.
  • Sereal

Sereal dapat dibuat sendiri maupun beli pada kemasan yang sudah jadi. Susu dalam sereal boleh dikombinasikan dengan ASI atau air mineral.

  • Yogurt

Bayi yang sudah berumur 6 bulan dapat mulai mengonsumsi yogurt dengan kandungan kalsium dan vitamin D yang tinggi serta dapat menjaga sistem kekebalan tubuh dan perkembangan otaknya. Namun perlu diingat, pilihlah yogurt yang tidak terlalu asam dan berasa tawar untuk menjaga pencernaan bayi.

  • Sayur hijau gelap brokoli, dan labu

Jenis sayuran seperti bayam ini mengandung zat besi tinggi dan folat yang dapat menjaga kekebalan tubuh sang bayi. Selain itu, ada brokoli yang tinggi kalsium, serat, folat, sulfur, anti-kanker yang baik untuk diperkenalkan pada bayi. Sayuran tinggi vitamin lainnya adalah labu, sayuran ini bertekstur creamy (lunak) yang tinggi akan vitamin A dan C.

  • Polong

Jenis polong-polangan juga sangat baik diberikan pada bayi. Polong-polongan terkenal akan protein dan serat. Namun perlu diingat, teksturnya harus lembut. Bisa di potong kecil-kecil ataupun diblender. Jangan sampai makanan yang keras masuk dalam perut bayi.

  • Buah

Buah-buahan juga mengandung vitamin dan serat yang baik untuk perut bayi. Pilihlah buah yang memiliki cita rasa standar artinya tidak terlalu manis, asam, maupun getir. Buah yang sebaiknya tidak diberikan adalah seperti strawberry, jeruk, sirsak, dan buah-buahan lainnya yg memiliki ciri khas citarasa yang terlalu asam.

  • Daging

Banyak yang bilang bahwa daging tidak baik untuk bayi mengingat pencernaan bayi yang masih lemah. Namun ini tergantung pada bagaimana cara mengolahnya. Daging harus dipotong sekecil mungkin dan pastikan bahwa daging tersebut lembut. Daging dapat mulai diberikan pada bayi yang berusia 6-8 bulan. Baik bentuk daging ayam maupun sapi.

Semua bahan diatas harus diolah secara baik. Hal yang harus dilakukan adalah memastikan bahwa bahan-bahan diatas telah dipotong kecil-kecil, dikukus atau mungkin dihaluskan sehingga dapat mudah diterima oleh pencernaan bayi. Bahan-bahan tersebut dapat dikombinasikan dengan bubur halus untuk lebih memperkenalkan jenis-jenis makanan pada lidah bayi. Ingat! Hindari tambahan gula, garam, serta bumbu-bumbu lainnya untuk menjaga pencernaan yang belum normal. Jika ingin rasa manis, gunakan rasa manis alami seperti campuran susu ASI atau cukup dengan campuran buah yang sudah mengandung gula secara alami.

  1. Namun Karena pertahanan si kecil yang belum kita ketahui, misalnya alergi. Sebaiknya Bunda hindari untuk makanan-makanan yang berpotensi memicu alergi tersebut. Makanan-makanan tersebut seperti:
  • Makan-makanan laut yang diduga mengandung merkuri (ikan, kerang-kerangan, kepiting, cumi)
  • Kacang-kacangan sepeti kacang tanah
  • Madu
  • Telur matang atau setengah matang yang diduga mengandung bakteri
  • Makanan yang menyebabkan alergi pada orang tua bayi. Karena sang bayi merupakan turunan asli orang tuanya, ada kemungkinan makanan yang menjadi alergi pada orang tua nya juga menjadi alergi pada sang bayi.

Begitu bunda, ulasan tentang nutrisi yang baik untu Si Kecil. Pada dasarnya si kecil sangat membutuhkan asupan protein, asam lemak baik, karbohidrat serta vitamin yang dapat membantu tumbuh kembang lebih baik. Namun bila sang bayi sudah tidak ingin makan, jangan dipaksakan ya bunda. Perhatikan bahwa meskipun si kecil telah menerima makanan pendamping ASI ini, pastikan bunda tetap memberikan ASI eksklusif sampai bayi berumur 2 tahun demi pertahanan tubuh dan perkembangan otak yang baik untuk Si Kecil. Sun Sayang Sehatjasmani 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *